Posted by azazi on Jul 17, '08 10:52 AM for everyone Gimana rasanya kalau ada yang ikutan sibuk dan campur tangan sama kerjaan kita ? Kalau membantu untuk diskusi sih oke, tapi kalau misalnya, data atau laporan itu mustinya keluar dari kita, taunya orang lain yang mengeluarkan laporan tersebut, udah gitu salah pula. Rasanya pasti dongkol campur kesel. Sepertinya kita tidak bisa bekerja dengan baik. Yang ada akhirnya kita juga kudu turun tangan (jadi serba tangan nih ) menjelaskan ke pihak lain bahwa data itu tidak valid. Fiuh...
Posted by azazi on Jul 17, '08 10:46 AM for everyone Masih berurusan dengan sekolah nih . Kemaren dapat kabar dari kerabat, bahwa anaknya tidak keterima di kedokteran tapi keterima di informatika, dan mohon bantuan finansial. Waks... kita kaget sekaligus senang. Gimana enggak, kaitannya kok kayak Jaka Sembung gitu antara kedokteran sama informatika. Akhirnya, Faris telepon dan menanyakan langsung ke anaknya. Ternyata, si anak ini memang tidak ingin kuliah di kedokteran. Tapi karena ayahnya setengah memaksa anaknya untuk kuliah di kedokteran, dengan alasan buku-buku ibunya, yang sempat kuliah di FKG, paling nggak bisa dimanfa'atkan, si anak bersedia ikut test di FKU. Minat si anak sebenarnya sih memang di informatika. Selesai berbicara dengan si anak, Faris berbicara dengan si ayah. Sekedar berdiskusi. Karena dalam pandangan kita, si anak harus diberi kepercayaan untuk menentukan dan memilih masa depannya, serta bertanggungjawab terhadap pilihannya tersebut. Bersekolah di tempat yang diinginkan tentu akan membuat si anak senang dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan apa yang dipilih si anak adalah hal yang terbaik untuknya dan keluarganya.
Posted by azazi on Jul 17, '08 10:33 AM for everyone Kayaknya liburan di Indonesia sudah memasuki detik-detik terakhir ya . Sayang gak bisa pulang buat nemenin cindil berlibur. Cuma sempet teteleponan nanyain raport dan kebutuhan sekolah. Menurut ibunya semua sudah beres. Ke dua cindil ini masih dalam tahap naik kelas, belum tahap mencari sekolah baru. Jadi belum heboh banget. Urusan cari sekolah, jadi inget temen yang memasukkan anaknya ke SD di umur yang cukup muda. Belum ada 6 tahun kelihatannya. Anaknya sendiri cuma mengalami masa TK 1 tahun dan langsung dimasukkan ke SD oleh ibunya, di tahun berikutnya. Si ibu cukup puyeng cari sekolah untuk anaknya, ya gimana enggak, kasus anaknya kan termasuk agak diluar kebiasaan, jadi jarang ada sekolah yang mau menerima anak dini usia dengan kemampuan baca tulis yang tidak memadai. Namun akhirnya ada sekolah yang mau menerima anaknya, namun dengan beberapa persyaratan, seperti kalau anaknya tidak mampu mungkin tidak akan dinaikkan ke tahap berikutnya. Ketika ditanya apa yang melatar belakangi dia memasukkan anaknya di usia dini, jawabannya cukup menyentak "Biar hemat biaya lagi. Uang untuk tambahan setahun di TK bisa buat dia nanti" Kaget juga kita dengernya. Kita kasih saran ke dia, karena kasihan anaknya kalau belum siap untuk masuk SD. Anak umur segitu masih seneng-senengnya main. Bisa jadi dipaksa bersaing dengan anak-anak yang sudah waktunya masuk SD akan merupakan siksaan buat dia. Belum lagi kalau dia tinggal kelas. Tapi ibunya tetep ngotot dan yakin kalau anaknya mampu. Bersekolahlah anaknya, dan seperti yang sudah diperkirakan, si anak agak kesulitan mengikuti pelajaran. Akibatnya si anak mengalihkan kesulitannya dengan berbuat hal yang dianggap bermasalah oleh gurunya. Ketika pertemuan orangtua dengan guru, ibunya diingatkan soal ini. Mungkin tingkah dan sikap anak ini sudah sampai pada tahap menganggu yang lainnya. Ibunya akhirnya menyemangati anaknya dengan membeli buku-buku belajar baca tulis dan berhitung. Menurut kabar anaknya bisa naik ke kelas selanjutnya. Apakah tindakan si ibu termasuk penyiksaan terhadap anak secara terselubung ? Apakah tindakan pemaksaan terhadap anak termasuk ke dalam katagori Kekerasan Dalam Rumah Tangga ? Apakah tingginya biaya sekolah termasuk juga ke dalam Children Abuse ? Entahlah
Posted by azazi on Jul 13, '08 1:07 AM for everyone Kadang aku mikir juga, kenapa ya kalau aku mau minta sesuatu sama orang lain pasti mikirnya lumayan panjang. Banyak pertimbangan. Tapi begitu minta sama Tuhan.. langsung kayak kereta api panjangnya, dan seperti asap gak putusnya. Apa sifat manusia seperti itu ya ?
Posted by azazi on Jul 11, '08 5:45 PM for everyone 23:00 ditelepon dari lapangan, data repeat section sudah dikirim. Tara.. datanglah sepasukan ke kantor menganalisa data. Setelah melihat dan menganalisa, kirim lagi ke lapangan untuk pengambilan data pressure dan sampling batuan. 01:43, belum ada yang bergerak pulang, karena nunggu main section dikirim. Oahm.. kira-kira, jam kantor bisa dirubah gak ya ? Jadi khusus yang datang dinihari ini boleh masuk kantor jam 09:00 gitu. Gak mungkin ya ?
Posted by azazi on Jul 11, '08 10:44 AM for everyone Sebenernya sih sudah biasa banget kalau tiba-tiba ada yang harus diawasin di akhir pekan . Cuma akhir pekan kali ini, hiks, kalau kata orang Sunda riweuh pisan. Dini hari ditelepon dari lapangan, sudah masuk reservoir dapet oil show bagus. Masih dengan terkantuk-kantuk, ngirim SMS ke senior yang punya lapangan. Masih terkantuk-kantuk pula jawab SMS nya beliau (tau bener tau enggak tuh jawabannya). Pagi hari, ditelepon dari lapangan sudah selesai, proses sirkulasi, siap Winnie the POOH buat logging. Nah.. mulai deh sibuk kiri kanan, karena ternyata salah satu alat yang sudah kita book, gak tersedia. Gubraks. Sibuklah kita, telepon, SMS, email sana sini menanyakan ketersediaan barang. Sampe siang baru dapet kabar kalau alatnya baru aja jalan dari tempat yang jauhnya minta ampun. Akhirnya kita bikin plan B dengan banyak kata jika alias kalau.. fiuh, mudah-mudahan sih, lancar selancar-lancarnya walau ditengah terpaan pertanyaan yang kadang gak menyenangkan dari orang lain. Emang dikira kita seneng apa kalau ada masalah dan banyak kata kalau begini akan begitu, hmph
Posted by azazi on Jul 9, '08 4:04 AM for everyone Teriakan seperti ini yang selalu dinanti di hari Rabu pukul 10.30 an . Yups, saat makan pizza sambil dengerin berita dari tiap departemen dan EHS speech. We Love Wednesday !! Tapi tadi ada yang sempet 'protes' sedikit, kenapa musti pizza setiap minggu, kenapa gak diseling.. secara bukan aku yang ngurus aku bilang aja, untuk usul ke EO nya Pizza Time.
Posted by azazi on Jul 9, '08 3:32 AM for everyone Oops.. sorry ya. Walau kesannya gimana gitu, tapi kita tetep butuh ruangan yang kita sebut dengan toilet itu. Kebayang kan di saat kita kepengen p** atau p**** (halah sama-ama "p") terus gak ada toilet . Di kantor ada 4 toilet, untuk sekitar 30 orang. Satu toilet didedikasikan untuk 10 an perempuan. Sisanya didedikasikan untuk para lelaki. Aku termasuk orang yang agak hobby ke toilet. Dan sialnya (?), kadang pas udah kebelet, eh toiletnya kepake . Mau nunggu di deket toilet males banget, yang ada akhirnya aku suka bolak-balik. Sempet digumunin sih, kenapa bolak-balik terus . Tapi mau gimana lagi, gak mungkin kan pake pampers kayak bayi. Mosok mau ngompol..
Posted by azazi on Jul 8, '08 8:06 AM for everyone Kalau ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai program, pasti langsung dicari alasan atau justifikasi kenapa begini dan kenapa begitu. Sudah jamak juga, bahwa seseorang akan berusaha sekeras mungkin melindungi dirinya. Entah dengan melihat kesalahan sendiri, ini yang jarang banget, atau dengan mencari dan melemparkan kesalahan ke orang lain. Nah.. kalau sudah mulai mencari dan akhirnya melemparkan kesalahan ke orang lain.. jadi beda tipis deh antara mencari justifikasi dan mencari kambing hitam. Atau sebenarnya Justifikasi itu kata halusnya kambing hitam ya ? Kasian si kambing ya... gak musim lebaran, akikahan.. dicari terus 
Posted by azazi on Jul 8, '08 1:37 AM for everyone Biasanya, tiap sore kita suka ngumpul di taman. Yah sekedar ngumpul, ngobrol dan ketemu sama keponakan-keponakan tercinta. Sudah berapa hari ini, acara kumpul sore agak terganggu sama Wimbledon . Jadilah kemaren bikin janji ketemu sama salah satu keponakan. Wimbledon udah selesai dan gak ada acara menarik lainnya. Tapi ternyata o ternyata, diriku kesetrap sama operasi di lapangan , sudah memasuki zona 'penting' 1, sehingga harus dipantau. Jadilah sore itu gak ketemu sama Ravin lagi. Udah gitu, aku kasih tahu ayah nya Ravin kalau aku kesetrap agak telat. Kata ayahnya sih, Ravin sampai ketiduran (mungkin dia juga udah ngantuk). Ma'afkan diriku ya Ravin.. sore ini kita ketemuan deh. Untung Ravin belum bisa ngomong, jadi belum bisa protes. Paling sore ini dipelototin dulu sama dia, sebelum dia mau diajak main.
Posted by azazi on Jul 7, '08 11:25 PM for everyone Yap, setiap hari adalah kejutan. Entah kejutan yang menyenangkan, melegakan, membahagiakan atau menyakitkan. Gak percaya ? Coba deh dilihat lagi, apakah yang terjadi hari ini dan kemarin persis sama ? Pastinya enggak lah. Ada saja yang berubah, ada saja yang berbeda. Dan ada saja yang membuat kita terkejut hingga membuat kita berpikir kembali
Posted by azazi on Jul 4, '08 3:10 AM for everyone Yaps, final Wimbledon 2008 untuk sektor putri 'dikuasai' oleh duo Williams. Mereka berhasil mewujudkan All Williams Final setelah melewati babak-babak sebelumnya yang belum tentu mudah walaupun hanya 2 set. Duo Williams cukup fenomenal di dunia tenis. Prestasi mereka tidak bisa dipandang remeh. Salah satu dari mereka pernah menjadi petenis nomor 1 dunia. Mereka walau datang dari golongan nomor dua di Amrik sana, mampu membuktikan bahwa orang kulit hitam tidak hanya ada di basket, atletik ataupun hip hop dan rap. Semua itu tentu dicapai dengan tidak mudah, tidak sekedar memejamkan mata, buat permohonan dan bermimpi. Semua dicapai dengan kemauan, kerja keras dan disiplin serta rasa ingin maju. Kalau semua itu tidak ada, belum tentu Venus yang sempat vakum, mampu berbicara di arena Wimbledon. Apakah mereka akan bermain dengan sepenuh hati ? Sepertinya iya. Karena Venus harus mempertahanankan mahkota juara wimbledon yang diraihnya 2007 lalu. Seperti apakah all Williams Final ? Kita tunggu saja
Posted by azazi on Jul 3, '08 5:42 AM for everyone Terkadang ada aja yang tidak menyadari kalau segala sesuatu itu berproses. Mulai dari yang mudah sampai yang susah. Mulai dari yang kecil menjadi besar. Terkadang pula selama berproses itu ada saja halangan tidak selamanya mudah. Mereka hanya ingin hasil yang cepat. Bila tidak berhasil, mencari kambing hitam dari ketidakberhasilan tersebut atau bahkan lebih parah, langsung berhenti dan berputus asa. Bila dari ketidakberhasilan itu mereka belajar, itulah hal yang terbaik. Tapi apakah mereka berpikir mengenai hal itu ?
Posted by azazi on Jul 3, '08 5:35 AM for everyone Kalau ditanya kayak gitu, paling cuma nyengir. Gimana enggak, hampir setiap akhir pekan tidak bisa pergi dengan leluasa. Apalagi kalau lagi ada pemboran. Siap-siap ditelepon. Giliran gak ada pemboran, ada aja yang bikin gak bisa muter-muter, yang tiba-tiba badan gak nyaman lah, males lah, banyak yang harus diberesinlah . Jadi week end itu pastinya adalah di rumah nonton TV, atau iseng di depan laptop atau baca buku atau beresin rumah (nyuci piring lah, nyetrika).
Posted by azazi on Jun 29, '08 12:52 AM for everyone Bahan pembicaraan yang lumayan sedang in saat ini adalah Euro 2008 dan Wimbledon 2008. Untuk Wimbledon yang dibicarakan adalah siapa yang bertanding, skor dan lamanya pertandingan. Nah kemaren, sempat ada pertandingan seru antara Mario Ancic dan David Ferrer. Aku sih cuma nonton setengahnya, soalnya sampai waktunya aku tidur itu pertandingan masih berlanjut. Hasil dari pertandingan tersebut adalah Mario Ancic menang atas David Ferrer dalam waktu 3 jam 60 menit . Waktu kata 3 jam 60 menit terlontar dari seorang rekan, kita semua yang denger langsung ngakak... 3 jam 60 menit itu kan....
Posted by azazi on Jun 28, '08 11:40 PM for everyone Ternyata, Kepolisian Republik Indonesia punya divisi baru ya. Roller Cops. Yups, polisi lalu lintas bersepatu roda yang ditujukan dan dimaksudkan untuk mengatur lalu lintas kala macet. Seru juga liat liputannya tadi. Ada yang sudah pernah ketemu polisi bersepatu roda itu ? Kalau melihat liputannya kayaknya polisi ini beroperasi di daerah Kuningan Mampang. Kali loh...
Posted by azazi on Jun 28, '08 5:36 AM for everyone Akhirnya jadi juga bikin dan makan tempe penyet. Gampang kok bikinnya. Tempe kan tinggal digoreng setelah sebelumnya direndam di campuran air + garam + ketumbar + bawang putih + gula pasir sedikit (aku tumbuk agak halus aja). Kemudian untuk sambelnya, kebetulan aku buat yang sambel terasi. Bahannya sih, cabe, bawang putih, terasi dan tomat. Kesemua bahan ini aku sangrai dulu, maksudnya di taruh di atas pan tapi gak pake minyak. Selesai bahan ini disangrai baru diulek ditambah gula jawa (aku pake gula kelapa) secukupnya. Nah si tempe, digoreng sampe mateng, kemudian ditaruh di cobek yang ada sambelnya itu, terus dipenyet-penyet. Terus dimakan pake nasi hangat. Kalau kata Faris, pedes banget sih bun.. . Masih kalah enak sih tempe penyet yang aku pernah makan di Bojonegoro sana, tapi lumayanlah... (sorry kalau fotonya jelek.. maklum pake HP)
Posted by azazi on Jun 25, '08 1:45 AM for everyone Jam 0200 pagi, telepon berdering, nama tertera di layar adalah nama back to back ku. Wah ada apa nih ? Apakah ada masalah di rig ? Semoga enggak.. Puji Tuhan, bukan masalah besar, tapi tetep ada sedikit masalah. Akhirnya setelah bicara sebentar sama back to back ku, aku hubungi rig untuk meluruskan dan meminta klarifikasi dong. Selesai mengklarifikasi ngobrol lagi sebentar sama back to back ku, dan.. akhirnya gak bisa tidur. Dateng ke kantor agak tuing-tuing deh. Pekerjaanku saat ini mengharuskan untuk siap sedia selama 24 jam. Jadinya terima nasib aja kalau ditelepon dan harus diskusi di jam-jam gak umum
Posted by azazi on Jun 23, '08 3:23 PM for everyone Kalimat ini sempat terlontar, ketika kita mengutarakan maksud untuk pulang ke Indonesia. Menurut mereka, keadaan di Indonesia serba gak enak, harga melambung jauh tinggi, terkadang dibarengi pula dengan kelangkaan barang. Sudah gitu belum lagi pelayanan fasilitas publik yang agak mencemaskan. Seperti pemadaman listrik bergilir. Sempet agak gamang juga mau pulang ke Indonesia. Tapi setelah dipikir dan ditimbang, kita harus berani pulang ke Indonesia. Wong pulang ke kampung sendiri kok takut. Orang lain bisa kok bertahan di Indonesia, kok kita takut gak bisa bertahan. Kita yakin, kalau kita mau usaha, pastilah kita bisa bertahan, biar bagaimana tinggal di lingkungan yang kita kenal dan tahu betul lebih menyenangkan. Semoga langkah dan keputusan untuk pulang kembali, dimudahkan dan dilancarkan.
Posted by azazi on Jun 23, '08 3:18 PM for everyone Sebenarnya kejadian ini sudah lumayan lama, sekitar bulan April lalu waktu kita menghabiskan liburan bersama para cindil. Sudah menjadi kebiasaan, kalau memesan tiket pesawat pasti yang bolak-balik, biar gak repot. Kemarin juga gitu, empat tiket dengan harga dewasa (karena anak di atas 3 tahun sudah dihitung ongkos dewasa kan) sudah ditangan. Ketika berangkat dari Jakarta ke Jogja, lancar sulancar, gak ada hambatan apapun. Pesawat juga gak telat. On time. Nah, ketika pulang dari Jogja ke Jakarta banyak peristiwa terjadi. Kebetulan kali ini kita tidak menggunakan maskapai kebanggaan Indonesia, karena harganya lumayan tinggi. Ketika check in, kebetulan aku dan ke dua cindil yang maju. Aku serahkan tiket ke bagian tiketingnya. Mbak-mbak yang jaga di situ berbisik-bisik sambil ngeliat ke arah Aung. Aku sih gak punya prasangka apa-apa. Biasa kan mbak atau mas yang urus check in penumpang suka liat-liat penumpangnya. Waktu data mau diinput ke komputer, bertanyalah mbak-mbak itu, "Anaknya yang kecil umur berapa ya ?" Tanpa syak wasangka aku jawab "6 tahun" "O.. kita kira anaknya masih kecil. Maksudnya tadi, apakah ibu mau memangku anak ibu, kemudian harga tiket akan kami kembalikan" What's ? Anak segede Aung dipangku ? Anak dengan tinggi lebih dari 100 cm dan berat lebih dari 20 kg ? Gak bener nih... "Wah.. enggak ah mbak. Anaknya udah gede gitu. Mana kuat saya harus mangku dia di sepanjang perjalanan" jawabku agak ketus "Ya udah bu kalau gak gak apa, kita juga gak maksa" Halah.. jawabannya kok ya nyebelin gitu sih. Apa acap ya mereka melakukan hal seperti itu ? Menukar seenaknya seat dengan uang ? Bukan soal uang, tapi soal kenyamanan. Akhirnya kita dapat juga boarding pass untuk empat orang. Masuklah ke ruang tunggu. Di boarding pass tertera jam keberangkatan yy.yy dan jam untuk naik pesawat xx.xx. Mendekati jam xx.xx belum ada panggilan. Sementara maskapai lain yang kebanggaan Indonesia, yang notabene berangkat setelah pesawat kita, penumpangnya sudah dipanggil untuk naik pesawat. Mendekati jam yy.yy, para cindil sudah ribut, kok belum berangkat, akhirnya setelah lewat beberapa jenak, barulah kita bisa berangkat. Rupanya.. beda harga yang sampai 50% nya itu, sama dengan dapet snack, dapat souvenir untuk anak, tidak ada tawar menawar kursi dan.. tidak ada kata terlambat.
| |