Siang itu, seperti biasa kita pulang ke apartemen untuk makan siang. Dan kita tetap setia dengan jalur yang biasa dilalui. Menuju Al Khuwair 33, dan masuk jalan bebas hambatan.
Siang itu terik banget, dan lalu lintas seperti biasa agak rame. Pas nunggu giliran untuk masuk jalur, aku ngeliat orang menyeberang jalan dengan menggunakan kursi roda. Pas sudah di bisa masuk di jalur yang kita ingini, aku liat orang itu sudah sampai di seberang jalan. Pas kita mau masuk jalan bebas hambatan, orang itu masih setia berjalan ke arah Masjid Taimur yang jalannya agak menanjak.
Mungkin hal itu biasa, tapi yang membuat ku terkagum-kagum adalah, tidak ada orang lain yang mengiringinya. Di tengah hari bolong, matahari dengan tenang dan senangnya bersinar amat terik, dia tetap teguh kukuh mengayuh roda kursi rodanya.
Aku kagum sama semangatnya, kalau aku ? Wah, bisa protes sama Faris.. yang panas banget lah, yang haus lah, yang capek lah...
Hidup ini penuh dengan segala pernik nya, dan harus dilalui dengan penuh semangat. Orang itu mengingatkanku supaya tidak putus asa dan tetep semangat untuk apapun