azazi's posts with tag: anak
Posted by azazi on Jul 17, '08 10:46 AM for everyone Masih berurusan dengan sekolah nih . Kemaren dapat kabar dari kerabat, bahwa anaknya tidak keterima di kedokteran tapi keterima di informatika, dan mohon bantuan finansial. Waks... kita kaget sekaligus senang. Gimana enggak, kaitannya kok kayak Jaka Sembung gitu antara kedokteran sama informatika. Akhirnya, Faris telepon dan menanyakan langsung ke anaknya. Ternyata, si anak ini memang tidak ingin kuliah di kedokteran. Tapi karena ayahnya setengah memaksa anaknya untuk kuliah di kedokteran, dengan alasan buku-buku ibunya, yang sempat kuliah di FKG, paling nggak bisa dimanfa'atkan, si anak bersedia ikut test di FKU. Minat si anak sebenarnya sih memang di informatika. Selesai berbicara dengan si anak, Faris berbicara dengan si ayah. Sekedar berdiskusi. Karena dalam pandangan kita, si anak harus diberi kepercayaan untuk menentukan dan memilih masa depannya, serta bertanggungjawab terhadap pilihannya tersebut. Bersekolah di tempat yang diinginkan tentu akan membuat si anak senang dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan apa yang dipilih si anak adalah hal yang terbaik untuknya dan keluarganya.
Posted by azazi on Jul 17, '08 10:33 AM for everyone Kayaknya liburan di Indonesia sudah memasuki detik-detik terakhir ya . Sayang gak bisa pulang buat nemenin cindil berlibur. Cuma sempet teteleponan nanyain raport dan kebutuhan sekolah. Menurut ibunya semua sudah beres. Ke dua cindil ini masih dalam tahap naik kelas, belum tahap mencari sekolah baru. Jadi belum heboh banget. Urusan cari sekolah, jadi inget temen yang memasukkan anaknya ke SD di umur yang cukup muda. Belum ada 6 tahun kelihatannya. Anaknya sendiri cuma mengalami masa TK 1 tahun dan langsung dimasukkan ke SD oleh ibunya, di tahun berikutnya. Si ibu cukup puyeng cari sekolah untuk anaknya, ya gimana enggak, kasus anaknya kan termasuk agak diluar kebiasaan, jadi jarang ada sekolah yang mau menerima anak dini usia dengan kemampuan baca tulis yang tidak memadai. Namun akhirnya ada sekolah yang mau menerima anaknya, namun dengan beberapa persyaratan, seperti kalau anaknya tidak mampu mungkin tidak akan dinaikkan ke tahap berikutnya. Ketika ditanya apa yang melatar belakangi dia memasukkan anaknya di usia dini, jawabannya cukup menyentak "Biar hemat biaya lagi. Uang untuk tambahan setahun di TK bisa buat dia nanti" Kaget juga kita dengernya. Kita kasih saran ke dia, karena kasihan anaknya kalau belum siap untuk masuk SD. Anak umur segitu masih seneng-senengnya main. Bisa jadi dipaksa bersaing dengan anak-anak yang sudah waktunya masuk SD akan merupakan siksaan buat dia. Belum lagi kalau dia tinggal kelas. Tapi ibunya tetep ngotot dan yakin kalau anaknya mampu. Bersekolahlah anaknya, dan seperti yang sudah diperkirakan, si anak agak kesulitan mengikuti pelajaran. Akibatnya si anak mengalihkan kesulitannya dengan berbuat hal yang dianggap bermasalah oleh gurunya. Ketika pertemuan orangtua dengan guru, ibunya diingatkan soal ini. Mungkin tingkah dan sikap anak ini sudah sampai pada tahap menganggu yang lainnya. Ibunya akhirnya menyemangati anaknya dengan membeli buku-buku belajar baca tulis dan berhitung. Menurut kabar anaknya bisa naik ke kelas selanjutnya. Apakah tindakan si ibu termasuk penyiksaan terhadap anak secara terselubung ? Apakah tindakan pemaksaan terhadap anak termasuk ke dalam katagori Kekerasan Dalam Rumah Tangga ? Apakah tingginya biaya sekolah termasuk juga ke dalam Children Abuse ? Entahlah
Posted by azazi on Jun 13, '08 12:56 AM for everyone (mudah-mudahan judulnya gak salah ) Pagi hari di akhir pekan, nonton kartun. Klop banget kan . Jadilah pagi-pagi kita nonton stasiun TV yang menyiarkan kartun (film anak-anak). Salah satu film kartun yang kita tonton hari ini adalah serial Harry and Basket of Dinosaurs. Ceritanya sih tentang seorang anak dan se-ember (karena mainannya ditaruh di ember) dinosaurus. Mirip-miriplah dengan Christopher Robin dengan segerombolan boneka nya di 100 acree wood. Kalau si Harry ada di Dino World. Kali ini ceritanya mengenai sarapan pagi. Kali ini, neneknya Harry menyiapkan semangkuk quaker oats, yang sebenarnya tidak terlalu disukai Harry. Sempet protes, tapi akhirnya dimakan dengan setengah hati, setelah ibunya mengingatkan Harry. Ketika ibu, kakak perempuan dan neneknya sibuk membicarakan suatu berita di koran pagi itu, Harry membuang sarapannya ke pot tanaman, masuk ke kamar dan bertualang ke dunia dino bersama gerombolan dinosaurusnya. Nah di dunia dinosaurusnya, dia berperan sebagai koki yang menyiapkan makanan untuk dinosaurusnya. Pesanan pertama, berhasil dilewati dengan sukses. Pesanan selanjutnya... berantakan. Harry menyadari bahwa sulit untuk memenuhi keinginan banyak orang yang berbeda. Namun dia masih mencoba untuk menyatukan semua keinginan dinosaurus itu dalam satu masakan yaitu dengan membuat cake. Ternyata, menurut dinosaurusnya rasanya bermaslah. Harry akhirnya sadar bahwa memenuhi segala keinginan itu sulit dan tidak seharusnya dia memilih-milih makanan, dan tidak mau memakan makanan yang sudah disediakan.
Posted by azazi on May 31, '08 7:16 AM for everyone Akhirnya janji mengajak liburan ke dua cindil, terlaksana pas kita pulang ke Indonesia. Tujuan liburan adalah kampung halaman Yangti nya, Jogjakarta. Waktu liburan sengaja dipilih bukan akhir pekan, selain sudah berjanji dengan keponakan lain, kita gak mau aja penuh-penuhan di Jogja, secara, katanya loh.. Jogja acap penuh di akhir pekan. Tempat tinggal selama liburan, di hotel yang deket dengan tempat kakek mereka di jalan Parangtritis sana. Mereka sendiri yang milih hotel. Setelah kita tunjukkan foto hotel tersebut di internet. Moda transportasi yang dipilih pesawat. Pilihan tersebut jatuh dengan pertimbangan dapat menghemat waktu, dan ngasih tau mereka bagaimana cara dan rasanya naik pesawat. Selama di Jogja disepakati untuk naik mobil karena tujuan liburan yang bukan di seputar kota Jogja. Hari yang ditentukan, tiba, dengan diantar kakak nya Faris, bapak ibunya kedua cindil, kita berangkat ke Bandara. Pas check in, mereka kita minta antri juga, jadi mereka tahu bahwa untuk bisa masuk dan naik ke pesawat kita harus antri. Beres check in, kita menunggu di ruang tunggu dan akhirnya swing berangkat ke Jogja, dengan posisi Robba sama aku, dan Aung sama Faris. Awalnya Aung senang, tapi lama-lama dia mulai merasa gak enak, akhirnya tidur. Sementara Robba, mulai ribut laper. Padahal kita gak bawa makanan. Ini salah kita juga sih. Maklum selama ini naik maskapai yang selalu menyediakan makanan. Ketika pramugari datang membagikan minum, Robba agak ngomel, karena laper kok dikasih minum. Untunglah perjalanan Jakarta Jogja cuma sebentar. Belajar dari pengalaman ini, aku sama Faris sepakat untuk beli makanan kecil ketika pulang, daripada ada yang teriak laper 
Posted by azazi on May 31, '08 6:53 AM for everyone Gak tau dapet ide dari mana, atau lihat di mana, tiba-tiba saja bath tub sudah terisi air dihiasi dengan bunga kamboja putih yang kebetulan berjatuhan di halaman depan kamar. Pelakunya : Robba dan Raul, dua cindil yang gak pernah bisa diem. Diem cuma kalau pas tidur 
Posted by azazi on May 9, '08 4:29 AM for everyone Sebenarnya apa sih istilah yang tepat untuk polisi tidur ini ? Kalau bahasa Inggris kita bisa bilang bump. Bahasa pasarnya sih jengglongan . Gara-gara istilah polisi tidur ini dua keponakan sempet 'berdebat seru'. "Emangnya mas Oba kira, polisinya tidur di jalan ? Emangnya polisinya dikasih aspal biar hitam ?" "Ya enggak lah, Ung. Polisi tidur itu kan bukan polisi yang tidur di jalan. Gepeng dong kena mobil. Polisi tidur itu kan biar kita gak ngebut" balas kakaknya "Iya ya.. kalau polisi beneran yang tidur di situ, bisa gepeng dong kelindes mobil. Jadi banyak polisi gepeng dong nanti" Halah.. kok jadi nge-bahas polisi jadi gepeng sih.. Pak Pulisi, ma'af.. nanti aku kenalin deh istilah benernya. Peredam Kejut ya, pak ?
Posted by azazi on May 9, '08 4:20 AM for everyone "Mas Oba.. sekarang kita ngelewatin daerah orang harus pake topi" celoteh keponakanku yang berusia 6 tahun "Ah, ngaco kamu Ung.. Mana ada tanda kayak gitu" balas kakaknya gak percaya "Ada tuh.. liat tuh tandanya. Itu kan tanda orang harus pake topi" balas Raul gak mau kalah sambil menunjuk rambu lalu lintas yang berarti jalan cembung. Yang ada, aku, Faris, kakaknya dan supir yang mengantar kita, cuma cengar-cengir. Gak salah juga sih dibilang kayak topi, karena bentuknya emang kayak topi... Akhirnya kita kasih tau ke dia kalau itu bukan berarti harus pake topi, tapi ada polisi tidur alias bump Anaknya dikasih tau cuma ketawa dan malah komentar lain lagi, soal polisi tidur, Hmph..
Posted by azazi on Mar 15, '08 3:07 PM for everyone Ini sebenernya pengalaman temenku.. Suatu ketika, anak perempuannya menghampiri temenku dan bilang "I want Shukron, mam" Bingunglah temenku. Shukron ? Kok aku mau terimakasih... Shukron kan dalam bahasa Arab berarti terimakasih (wong waktu diceritain aja aku bingung, Shukron.. apa maksudnya kacang Sukro ?) Melihat mamanya bingung, si perempuan mungil itu mengulangi permintaannya. Akhirnya, temenku ini meminta perempuan mungilnya itu menunjukkan apa yang dimaksud dengan Shukron. Dengan tenangnya, perempuan mungil itu menunjuk karton Cokrocrunch (bener gak nih nulisnya ?). Temenku langsung gumun dan mesam-mesem sendiri... secara lumayan jauh sih antara Shukron dan Cokrocrunch.. tapi mungkin yang ditangkap si mungil terdengar seperti shukron. Jadi inget artikel di Parentsguide tentang bahasa anak yang kadang terasa aneh. Hal itu dikarenakan apa yang ditangkap oleh sang anak seperti itu adanya, dan tidak perlu ditakutkan, karena seiring dengan pertambahan umurnya, maka daya tangkap dan daya terima nya makin baik. Jadi kalau terasa salah pengucapan si anak, jangan langsung dipersalahkan, jelaskan dan beritahukan pengucapan yang benar, tapi taruhan deh... pasti dia masih mengulangi pengucapan yang kita anggap aneh dan salah itu 
Posted by azazi on Mar 15, '08 2:55 PM for everyone Seperti biasa, sore ini kita jalan-jalan keliling kompleks apartemen. Sekedar jalan aja, yang penting bergerak dan berganti udara. Dan seperti biasa juga kita ketemu dengan seorang anak laki-laki, Jepang kelihatannya, lucu banget, chubby dan ramah. Sore ini dia sibuk dengan sepeda roda empatnya berkeliling apartemen. Setelah 3 kali berputar, kita memutuskan untuk singgah di warung kelontong yang ada di lingkungan apartemen. Eh, kita ketemu lagi sama bocah Jepang nan chubby itu. Dia masuk ke warung bersama kakaknya (atau teman nya ?) yang baru saja pulang sekolah. Nah pas di dalam warung dia langsung nunjuk-nunjuk sambil bilang "Pokaru, Pokaru" Aku bingung juga apa yang dimaksud dengan Pokaru. Maklum perbendaharaan bahasa Jepang ku terbatas pada Arigato, Gambatte.. . Sambil menunggu dibelikan pokaru sama kakaknya, tu bocah lari-lari sambil bilang Pokaru, Pokaru.. senyum pula tu bocah sama kita, seolah mau bilang aku mau dibeliin pokaru. Setelah melihat apa yang dibeli kakaknya untuk si chubby itu, barulah aku ngeh apa yang dimaksud dengan pokaru itu... sambil berbisik ke Faris aku bilang kalau Pokaru itu Popcorn. Awalnya aku kira Pokaru itu merek permen, karena letak mesin popcorn di belakang sederetan permen  Sambil tersenyum senang si Chubby membawa pokaru nya keluar warung
Posted by azazi on Mar 7, '08 12:07 PM for everyone Semua orang pasti punya perasaan ingin dibutuhkan dan berarti untuk orang lain. Kalaupun ada yang punya perasaan sebaliknya mungkin jarang banget ya. Sayangnya kadang kita suka lupa, kalau orang membutuhkan perasaan seperti itu. Keingetannya, waktu kita mengalami hal seolah-olah tidak dibutuhkan dan dilupakan. Kalau sudah gitu jadinya sebel sendiri. Ada kalanya orang menawarkan bantuan, namun kita merasa terganggu. Cobalah untuk mengiyakan tawaran tersebut, sambil menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan. Agak makan waktu memang, tapi paling tidak kita sudah membuat orang lain berarti. Atau misalnya ketika si kecil berminat menolong di dapur atau membersihkan rumah, berikan saja pekerjaan yang mudah dan tidak membahayakan dia. Semisal mencampurkan adonan kue (he.. he.. ini yang selalu aku lakukan waktu ibuku bikin kue). Emang agak berantakan, tapi si kecil puas dan merasa dibutuhkan. Udah dasarnya kan manusia itu saling membutuhkan...
Posted by azazi on Oct 20, '07 7:41 AM for everyone Ini percakapan terjadi antara Adwa, anak teman kami, dan diriku ketika kita mengunjungi Museum Benteng Nizwa “Adwa, tahu nggak ini gambar apa” kataku sambil menunjuk gambar meriam Adwa menggelengkan kepalanya “Gak tau” “Ini namanya meriam, buat menembak musuh” Adwa terdiam sejenak sebelum menjawab “Maryam teman Adwa di sekolah” Nah loh… ada kesalahpahaman nih, sibuklah aku mencari padanan kata meriam supaya tidak disalahartikan menjadi Maryam “Iya ini meriam, canon” “Iya tapi Maryam temen Adwa di sekolah” Waduh.. repot nih, untungnya anaknya langsung mengalihkan perhatiannya kepada yang lain. Gimana ya membunyikan meriam supaya bunyinya tidak terlalu sama dengan Maryam ?
Posted by azazi on Oct 17, '07 6:25 AM for everyone Bentuk rupa fisik anak sudah pasti mengambil dari kedua orang tuanya. Ada kalanya juga mengikuti trend keluarga besar dari kedua belah pihak. Kadangkala, ayah atau ibu ‘berebut’ kemiripan . Keduanya ingin ciri fisik (maupun sifat) mereka lebih dominan di diri sang anak. Zaman sekarang, ada suatu piranti untuk ibu hamil yang dinamakan USG 4 dimensi. Sudah barang tentu ini hasil pengembangan dari USG versi sebelumnya. Aku sendiri gak gitu tau sih apa kelebihan USG 4D dari 3D dan dari 2D. Yang aku inget sih USG itu sejenis alat rekam gambar keadaan di dalam tubuh, bisa di rahim, di lambung, di ginjal. USG itu gak mutlak untuk ibu hamil . Ketika alat rekam gambar USG muncul, rame-ramelah para ibu hamil ingin diperiksa dengan USG. Padahal katanya gak sih gak mutlak. Untuk ibu hamil pemeriksaan dengan USG ini bisa untuk mengetahui posisi bayi, keadaan bayi juga jenis kelamin bayi (walau untuk yang terakhir terkadang suka meleset ) USG 4D ini kabarnya, aku juga denger cerita sih, bisa melihat bentuk rupa fisik sang bayi di dalam rahim. Jelasnya seperti apa gak tau juga, belum pernah lihat hasil rekam gambarnya. Nah beberapa rekan yang sedang hamil (hamilnya pada kompak, dan bedanya cuma 1 bulan), sempat melakukan pemeriksaan dengan USG 4D, dan… yang lucu adalah komentarnya. Kebetulan 2 orang rekan yang sedang hamil ini, bayinya diperkirakan perempuan. Itu gak masalah, lah mau laki mau perempuan kan, sama saja, sama-sama anak titipan dari Tuhan, sama-sama harus dididik dan dijaga. Ketika diinterpretasikan bentuk rupa fisik anak mereka mirip suami masing-masing, mereka berkomentar, “Aduh, anak ku kok mirip mas ku ya. Kalau laki-laki sih gak apa-apa, lah ini perempuan. Kan kasian” Lah.. kok. Nanti kalau anaknya gak mirip bapaknya, bingung. Ini anak, anak bapaknya apa anak orang lain ? Anak perempuan mirip bapaknya juga gak masalah kok. Apa kalau anak perempuan mirip bapaknya lantas menjadi gak cantik gitu ? Kayaknya kecenderungannya gitu deh. Anak laki agak mirip ibu nya, anak perempuan agak mirip bapaknya. Aku sendiri katanya sih mirip bapakku, dan tampangku lumayan manis kok, , narsis sekale. Anak-anaknya temenku mirip banget bapak nya dan.. manis, unique, eksotis. Keponakan perempuanku ada yang mirip bapaknya di waktu kecil, dan kyut abis. So, sebenarnya anak mirip bapak atau ibu gak masalah, yang penting cantik hatinya, baik budi pekertinya, sehat dan cerdas.
| |