azazi's posts with tag: apartemen

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag apartemen
Posted by azazi on Apr 5, '08 5:28 AM for everyone

Sekitar beberapa waktu lalu, di sekitar apartemen dibuka sebuah warung.

Awalnya sih cuma warung roti, maksudnya jualan roti dan pastri. Lama kelamaan yang dijual mulai beraneka rupa. Ada makanan jadi, snack, bahan makanan, aneka rupa minuman, tissue, sabun, shampoo. Kalau di Indonesia mungkin serupa dengan mini market yang menjamur di mana-mana.

Keberadaan warung ini lumayan membantu. Kalau pas males ke supermarket tinggal jalan kaki sebentar untuk nyambangi warung. Kalau cuma telur, bumbu masak dan air mineral adalah.

Warung ini juga jadi tujuan selanjutnya setelah puas ngobrol di Posko 1. Biasalah ada aja yang dibeli, kalau gak donat, slice cake, atau hot chocolate


Posted by azazi on Apr 5, '08 5:02 AM for everyone

Gara-gara ngeliat satu keluarga piknik di taman, akhirnya tercetus ide untuk piknik di taman di bawah pohon kurma. Teman pikniknya sharing. Masing-masing bawa makanan. Kebetulan ada permintaan untuk bawa fritata kentang. Disiapkanlah bahan-bahannya.

Hari H tiba. Ternyata gak bisa pulang cepet. Banyak banget yang kudu diurus. Begitu sampe apartemen langsung gubrak-gabruk. Faris udah ribut aja ngusulin pesan makanan dari warung di seputaran apartemen. Cuma akunya keras kepala. Berusaha sampai akhir. Namun akhirnya menyerah juga sama waktu. SMS temen kalau gak bisa bawa fritata, dan turun sambil bawa perlengkapan perang yang lain, alias tiker, tisue basah, gelas kertas, piring kertas dan sendok plastik.

Sampai di bawah gelar tiker dan.. buka warung, eh bekal makanan. Ada rupa-rupa. Ada nasi bakar, tempe bacem, bala-bala, roti perancis ber topping (gak tau namanya apa ), dan bongko pisang. Temannya makanan, ada hot chocolate  dan 2 botol air mineral hasil menodong jomblo sejati yang kita punya

Langsung santap sembari ngariung, ngarobrol, ngahereuy, ngagosip . Sementara para krucil sibuk lari kesana kemari dan bapak membentuk kelompok sendiri.

Acara piknik ini berakhir ketika Maghrib tiba, dengan pesan.. Sampai jumpa di piknik berikutnya... Mudah-mudahan di piknik berikutnya aku bisa membawa sesuatu untuk teman-teman yang lain..


Posted by azazi on Feb 6, '08 10:59 AM for everyone

Hari ini, kebagian jatah nerima tamu untuk arisan  . Selama ini, waktu di Jakarta, mana kepikiran buat arisan. Selain waktu yang selalu tumpukan sama jam kerja, jarak peserta arisan yang terlalu jauh, dari yang senior bbbbbbbuanget sampai yang junior banget.

Arisan istri pegawai di sini pun sebenarnya selalu hari kerja. Dan selalu tidak ikut, walau mbayar arisan, uang konsumsi dan iuran bulanan .

Hari ini, spesial, aku izin masuk setengah hari. Ikut arisan dan jadi tuan rumah. Berhubung konsep rumah minimalis, alias satu kursi bunk bed, satu meja tamu dan satu set meja makan, diputuskan untuk menggelar karpet. Dengan tambahan pinjaman karpet, ruang tamu dan ruang makan, menjelma jadi ruang kumpulan.

Sajian.. karena bukan ahli, dicarilah sajian yang mudah. Diputuskan, aku membuat yang manis dan teman satu lagi yang asin. Jadilah hari ini aku menyajikan bubur sumsum, bola-bola coklat, brownies dan bir pletok. Sementara temanku menyajikan kroket dan sosis solo . Oh ya dapat satu tambahan dari Widy, bolu keju.

Acara arisan dibuka dengan beberapa pengumuman, kemudian dilanjutkan dengan presentasi, kebetulan jatahku presentasi, dan sudah ditentukan temanya : Pekerjaan Suami di kantor. Setelah presentasi kemudian, urusan bayar-bayar, narik arisan, makan dan ada pembacaan renungan, yang kali ini berisi tentang seseorang yang bernama Suyanto, yang demikian besar cintanya kepada istrinya.

Acara selesai jam 1100, para ibu pun membawa sajian yang masih ada.. Hah... senangnya berkumpul dengan para ibu.. karena gak cuma ngobrol..  Hm.. bulan depan boleh gak ya izin lagi untuk arisan, he.. he.. pletak !!


Posted by azazi on Oct 6, '07 7:17 AM for everyone

TV adalah benda ajaib yang juga ajaib. Di satu sisi banyak pemujanya di sisi lain banyak juga yang menghindarinya. Saya termasuk yang… biasa-biasa saja. Cuma acara tertentu saja yang ditonton, dan juga tidak langganan TV kabel, karena sebagian besar waktu saya tidak di rumah, sayang-sayang.

 

Nah, ketika terbang ke Negara tetangga, beli TV dan receiver juga. Siaran yang ditangkap.. ada yang dari Eropa ada juga dari Asia. Tapi dari Indonesia gak dapet. Paling jauh dapet siaran TV Vietnam. Model acara TV nya… dari yang biasa saja sampai luarrrrrrrrrr biasa. Mau yang tidak ada buka-bukaan sampai yang terbuka sama sekali. Mau yang gratisan atau yang bayar. Tinggal pilih. Banyak ragam, banyak rupa.

 

Kalau sudah begini, tinggal kita yang pandai-pandai memilih dan menjalankan fungsi pengawasan.


Posted by azazi on Aug 20, '07 11:36 PM for everyone

Sebenernya, sebelum acara berburu bersama teman ke pasar gorden yang murah, saya dan suami sempat melihat gorden yang simpel banget di sebuah toko khusus untuk mengisi rumah. Mungkin sejenis IKEA kali ya atau Home Index.

 

Cuma waktu itu, suami belum niat banget beli, nanti aja katanya.

 

Nah, akhir pekan kemarin, sehabis berburu gorden dan gak dapet, suami mengajak balik ke toko tersebut. Sekalian cari kursi untuk di ruang tamu dan bangku untuk duduk kalau mau pake sepatu.

 

Sampai di toko, untung sepi jadi enak jalan-jalannya, yang pertama kita cari gorden. Bolak-balik di bagian gorden, gak ketemu juga, ya sudahlah akhirnya kita cari sofa. Suami kepingin yang simpel dan bisa dijadikan tempat tidur. Ada beberapa pilihan, tapi jatuh ke kursi yang armless dan empuk.

 

Seperti biasa, kalau kita mau beli barang, pegawai toko mengecek barangnya, ternyata tinggal satu, halah… tapi gak tau kenapa, kita mau cek lagi tu kursi, gak ada yang cacat, so kita embat juga,

 

Sembari menunggu pengecekan dan pencatatan stock, saya iseng ke bagian display. Di toko ini, mereka biasa mendisplay ruangan lengkap. Misal, ruang tidur lengkap dengan tempat tidur, lemari, nakas, meja rias, lampu, gorden, seprai dan aksesoris lainnya.

 

Nah pas iseng gitu, saya lihat gorden yang jadi incaran kita berdua, langsung saya panggil suami dan.. kita minta tolong sama yang melayani kita untuk cek gorden tersebut. Dan lagi-lagi… last piece. Dan mas yang melayani bilang kita bisa ambil kalau kita mau. Kadung suka, ya kita ambil.  semua yang kita ambil last pieces.

 

Mas yang melayani kita juga komentar, bahwa gorden itu simpel dan menarik. Banyak yang suka. Biar deh dibilang pasaran, yang penting kita suka

 

Mau tau kayak apa gorden simpelnya kita berdua ? Ini gambarnya.. males moto karena males mindahin, jadi digambar aja,


Posted by azazi on Aug 20, '07 8:05 AM for everyone

Rabu pagi ada surat elektronik masuk, isinya ajakan untuk berburu gorden di akhir pekan.

akhirnya ada juga yang gak tahan tanpa gorden. Tapi emang bener perlu gorden sih, karena kalau malam hari lampu dinyalakan, orang luar bisa melihat ke dalam. Selain itu menghindari teriknya matahari.

 

Setelah berdiskusi dengan suami dan teman yang mengajak, kita memutuskan untuk berburu gorden di pagi hari, maksud hati supaya tidak panas, dan mensiasati jam buka tutup toko. Di sini toko akan istirahat dari waktu Zhuhur, sekitar pukul 12 atau 13, dan baru buka kembali selepas Ashar.

 

Akhir pekan, jam 10-an kita berempat plus satu bayi, memulai perjalanan berburu gorden berbekal petunjuk dari beberapa teman.

 

Dari toko satu ke toko lainnya masih belum menemukan selera yang pas. Maklum yang dicari yang simpel, uniq kalau perlu agak etnik sedikit. Sedangkan yang ditawarkan model dan motifnya rame surame; gak cucok.

 

Akhirnya  kita menemukan satu toko yang besar, dan koleksinya juga lumayan banyak. Dari yang simpel sampai rame ada. Penuh semangat, saya dan istrinya teman memilih, sambil sesekali bertanya kepada para suami. Setelah memilih, ada juga yang menarik hati. Simpel. Warna dasar putih dengan motif bunga kecil atau kotak atau lingkaran atau garis (kayak belajar geometri ya) yang berbaris. Suami juga suka. Ketika menanyakan harga per meter nya, saya dan suami langsung nyengir. Harganya lumayan tinggi, dan yang kita butuhkan gak cuma semester. Alhasil, saya dan suami sepakat untuk berpikir ulang, mendisain lagi ruangan mana yang mau dipasang dengan gorden motif tersebut.

 

Sementara teman juga sudah berhasil menemukan motif yang disuka. Sama simpelnya, Cuma bahan dasar coklat dan ada sedikit tekstur. Setelah dihitung-hitung kasar dan dikonversikan, teman dan istrinya juga nyengir dan sepakat juga untuk berhitung lagi, walau istrinya bilang harga untuk gorden, vitrase dan rel di Bandung juga sama dengan harga yang ditawarkan. Cuma, menurut istrinya lagi, kalau untuk rumah sendiri sih ngeluarin segitu gak masalah, tapi ini bukan rumah sendiri, kayaknya gak sreg.

 

Setelah mengucapkan terimakasih dan berkata ada kemungkinan balik lagi, kita keluar dari toko tersebut, sambil ketawa-ketiwi.

 

Ternyata gorden itu muahalll ya.. Atau karena selera kita aja ya yang mahal ? Atau sebenernya selera kita gak mahal, cuma karena gak umum, jadi mahal (inget hukum ekonomi tentang demand dan supply kan ?)


Posted by azazi on Jul 12, '07 5:53 AM for everyone

"Bun, mau gak nginep di OASIS ? "

(OASIS ini apartemen yang disewakan untuk kita, yang kebetulan sudah kita isi barang, walau cuma yang penting-penting aja)

Saya sempat bengong sebelum bilang iya, dan bertanya mau berapa lama nginap di sana sebelum balik lagi ke bachelor.

Suami saya cuma bilang, bawa pakaian untuk seminggu.

Ya sudah saya akhirnya ngepak pakaian untuk seminggu. Tapi kok, suami saya bawa sebagian barang-barang ke mobil. Loh ini pindahan apa ya, gumam dalam hati

Ketika saya sudah siap dengan barang seminggu, suami saya mengingatkan untuk tidak menambah pasokan, karena keterbatasan bagasi.

Sebelum berangkat, Dono, salah seorang teman sempat bertanya apakah kita akan pindah. Dengan yakinnya saya jawab

"Gak kok.. cuma nginep aja. Ntar juga balik lagi "

Ternyata.. setelah menginap 2 malam di sana, suami saya memang berniat sudah pindah dari bachelor house (selalu ditanya sama boss kapan pindah sih).

Jadilah kita pindah ke apartemen yang masih belum ada gorden. Tapi karena kita sudah punya yang lainnya, jadi enjoy aja.

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help