Halaman belakang bachelor house (semacam staff house lah) lumayan luas walau bentuknya agak aneh. Dibilang segi empat, kok agak gimana, tapi dibilang segi lima ya gak juga. Agak jajaran genjang kali ya
Di halaman ber conblock (bener gak ya nulisnya..
), banyak aktifitas yang dilakukan. Misal.. sempat jadi arena main dan latihan futsal, lengkap dengan 1 gawang. Trus, bisa dimanfa'atkan untuk bermain bulu tangkis, walau sekedar tepak tepok aja.
Kemarenan, fasilitasnya tambah satu, ring basket. Jadilah hampir setiap sore, main basket dengan satu ring. Ya.. bisa 3 on 3 atau 5 on 5, tergantung pesertanya.
Ketika, para ibu-ibu bertandang ke bachelor house bersama buah hati mereka, sempat terbersit untuk menambah satu fasilitas lagi yaitu tempat bermain anak, entah itu Perosotan atau Rumah-rumahan. Waktu usul itu diutarakan, bos cuma ketawa aja.
Gak lama setelah ketambahan ring basket, kita ketambahan meja pingpong, hasil membujuk rayu boss dengan menggunakan istrinya. Kebetulan istrinya boss senang pingpong. Jadilah meja pingpong nangkring dengan manis di dalam rumah. Ruang makan berubah fungsi jadi ruang pingpong.
Bapak Kos, pak Niko, sudah melarang siapapun menggunakan meja pingpong tidak sesuai dengan fungsinya.
Jadilah bachelor house tempat bermain bagi semuanya
. Kadang habis basket, dilanjut dengan main pingpong. Kadang juga main pingpong sekedar pengisi waktu menanti teman bersiap ketika kita mau pergi 