, kebetulan kita berdua seneng motret. Seperti yang udah pernah aku tulis, Faris lebih tahu banyak, sedang aku cuma seneng, bisa dibilang asal jepret.
Kita punya kamera agak lebih dari satu. Aku punya yang semi otomatis, zaman rikiplik alias belum eranya digital. Canon EOS. Faris punya Nikon (lupa serinya). Kemudian ketika era digital, kita nambah satu, Sony kalau gak salah, parah nih ingetannya. Gak lama Faris beli lagi yang semi profesional, nah kamera ini yang dibawa Faris kalau kita pergi ke suatu tempat yang menarik.
Sebenarnya aku gak gitu suka dengan kamera yang kita punya. Gede, sementara sudah banyak yang kompak. Cuma menurut Faris yang kompak itu terlalu kecil, megang supaya stabil susah. Emang sih, kadang kalau ambil pake kamera yang kompak pasti agak goyang, secara tipis banget. Cuma kalau lagi jalan, suka ada peristiwa yang menarik, yang enak dipake untuk jepret momen tak terduga ya pastinya kamera yang kecil dan kompak. Alhasil, kadang kamera ponsel jadi andalan
, walau hasilnya gak gitu oke.
Perlu beli kamera lagi gak ya ? Kali ini yang kompak. Kemaren sih udah keluar izin untuk beli kamera
, cuma belum sempet lihat-lihat.
temenku ada yang beli kamera kecil dan kompak dengan alasan supaya istrinya bisa motret dia dengan mudah