azazi's posts with tag: lagi serius

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag lagi serius
Posted by azazi on Jul 13, '08 1:07 AM for everyone

Kadang aku mikir juga, kenapa ya kalau aku mau minta sesuatu sama orang lain pasti mikirnya lumayan panjang. Banyak pertimbangan. Tapi begitu minta sama Tuhan.. langsung kayak kereta api panjangnya, dan seperti asap gak putusnya.

Apa sifat manusia seperti itu ya ?


Posted by azazi on Jul 3, '08 5:42 AM for everyone

Terkadang ada aja yang tidak menyadari kalau segala sesuatu itu berproses. Mulai dari yang mudah sampai yang susah. Mulai dari yang kecil menjadi besar. Terkadang pula selama berproses itu ada saja halangan tidak selamanya mudah.

Mereka hanya ingin hasil yang cepat. Bila tidak berhasil, mencari kambing hitam dari ketidakberhasilan tersebut atau bahkan lebih parah, langsung berhenti dan berputus asa.

Bila dari ketidakberhasilan itu mereka belajar, itulah hal yang terbaik. Tapi apakah mereka berpikir mengenai hal itu ?


Posted by azazi on Jun 23, '08 3:23 PM for everyone

Kalimat ini sempat terlontar, ketika kita mengutarakan maksud untuk pulang ke Indonesia.

Menurut mereka, keadaan di Indonesia serba gak enak, harga melambung jauh tinggi, terkadang dibarengi pula dengan kelangkaan barang. Sudah gitu belum lagi pelayanan fasilitas publik yang agak mencemaskan. Seperti pemadaman listrik bergilir.

Sempet agak gamang juga mau pulang ke Indonesia. Tapi setelah dipikir dan ditimbang, kita harus berani pulang ke Indonesia. Wong pulang ke kampung sendiri kok takut. Orang lain bisa kok bertahan di Indonesia, kok kita takut gak bisa bertahan. Kita yakin, kalau kita mau usaha, pastilah kita bisa bertahan, biar bagaimana tinggal di lingkungan yang kita kenal dan tahu betul lebih menyenangkan.

Semoga langkah dan keputusan untuk pulang kembali, dimudahkan dan dilancarkan.


Posted by azazi on Jun 23, '08 3:18 PM for everyone

Sebenarnya kejadian ini sudah lumayan lama, sekitar bulan April lalu waktu kita menghabiskan liburan bersama para cindil.

Sudah menjadi kebiasaan, kalau memesan tiket pesawat pasti yang bolak-balik, biar gak repot. Kemarin juga gitu, empat tiket dengan harga dewasa (karena anak di atas 3 tahun sudah dihitung ongkos dewasa kan) sudah ditangan.

Ketika berangkat dari Jakarta ke Jogja, lancar sulancar, gak ada hambatan apapun. Pesawat juga gak telat. On time.

Nah, ketika pulang dari Jogja ke Jakarta banyak peristiwa terjadi. Kebetulan kali ini kita tidak menggunakan maskapai kebanggaan Indonesia, karena harganya lumayan tinggi. Ketika check in, kebetulan aku dan ke dua cindil yang maju. Aku serahkan tiket ke bagian tiketingnya. Mbak-mbak yang jaga di situ berbisik-bisik sambil ngeliat ke arah Aung. Aku sih gak punya prasangka apa-apa. Biasa kan mbak atau mas yang urus check in penumpang suka liat-liat penumpangnya.

Waktu data mau diinput ke komputer, bertanyalah mbak-mbak itu,

"Anaknya yang kecil umur berapa ya ?"

Tanpa syak wasangka aku jawab

"6 tahun"

"O.. kita kira anaknya masih kecil. Maksudnya tadi, apakah ibu mau memangku anak ibu, kemudian harga tiket akan kami kembalikan"

What's ? Anak segede Aung dipangku ? Anak dengan tinggi lebih dari 100 cm dan berat lebih dari 20 kg ? Gak bener nih...

"Wah.. enggak ah mbak. Anaknya udah gede gitu. Mana kuat saya harus mangku dia di sepanjang perjalanan" jawabku agak ketus

"Ya udah bu kalau gak gak apa, kita juga gak maksa"

Halah.. jawabannya kok ya nyebelin gitu sih. Apa acap ya mereka melakukan hal seperti itu ? Menukar seenaknya seat dengan uang ? Bukan soal uang, tapi soal kenyamanan.

Akhirnya kita dapat juga boarding pass untuk empat orang. Masuklah ke ruang tunggu. Di boarding pass tertera jam keberangkatan yy.yy dan jam untuk naik pesawat xx.xx. Mendekati jam xx.xx belum ada panggilan. Sementara maskapai lain yang kebanggaan Indonesia, yang notabene berangkat setelah pesawat kita, penumpangnya sudah dipanggil untuk naik pesawat. Mendekati jam yy.yy, para cindil sudah ribut, kok belum berangkat, akhirnya setelah lewat beberapa jenak, barulah kita bisa berangkat.

Rupanya.. beda harga yang sampai 50% nya itu, sama dengan dapet snack, dapat souvenir untuk anak, tidak ada tawar menawar kursi dan.. tidak ada kata terlambat.


Posted by azazi on Jun 23, '08 2:53 PM for everyone

Pagi itu ada email dengan subject tersebut. Isinya pesannya adalah cerita tentang seorang teman di kantor lama yang terjebak di lift, kemudian meminta bantuan kepada teman lain melalui handy talkie, dan permintaannya dijawab dengan pernyataan

"Ada Expat, gak ?"

Gubraks.. maksudnya apa sih ? Kalau ada expat, maka akan sesegera mungkin pertolongan datang, dan kalau gak ada expat, nanti-nanti juga gak apa ?

Halah, emang apa sih beda expat sama bukan ? kan sama-sama manusia juga. sama-sama butuh pertolongan kalau kesusahan.

Entah kenapa ya, aku selalu merasa kalau expat itu dapat keistimewaan, apa yang diinginkan pasti didahulukan dan diusahakan. Coba kalau yang nasional yang minta, ada aja, alasannya walau akhirnya dikabulkan.

Apa ada yang salah sama mental bangsa ini ? 


Posted by azazi on May 31, '08 6:47 AM for everyone

Di balik kesuksesan, keberhasilan maupun kegagalan seseorang pasti ada seseorang yang membuatnya sukses, berhasil atau gagal.

Biasanya kalau sukses dan berhasil, orang di belakang layar ini, suka agak-agak terlupakan. Namun apabila kegagalan yang muncul, orang yang inilah yang acap disalah-salahkan. 

Contohnya, waktu dengerin lagu di web kang Benny (http://kelasajaib.multiply.com/music) yang terbersit adalah siapa ya yang meng-aransir ulang lagu tersebut, sehingga cocok dinyanyikan dengan gaya beda. Karena walau suaranya oke, tapi kalau yang meng-aransir lagu tidak begitu pandai, pasti lagu itu akan terkesan biasa saja.

Peran orang dibalik layar itu termasuk salah satu hal yang menentukan untuk langkah selanjutnya. Kalau berhasil akan terus, kalau gagal, mungkin berhenti sampai di situ, lalu mencoba untuk bangkit kembali atau malah berhenti sama sekali.


Posted by azazi on May 21, '08 3:51 AM for everyone

Siang itu, seperti biasa kita pulang ke apartemen untuk makan siang. Dan kita tetap setia dengan jalur yang biasa dilalui. Menuju Al Khuwair 33, dan masuk jalan bebas hambatan.

Siang itu terik banget, dan lalu lintas seperti biasa agak rame. Pas nunggu giliran untuk masuk jalur, aku ngeliat orang menyeberang jalan dengan menggunakan kursi roda. Pas sudah di bisa masuk di jalur yang kita ingini, aku liat orang itu sudah sampai di seberang jalan. Pas kita mau masuk jalan bebas hambatan, orang itu masih setia berjalan ke arah Masjid Taimur yang jalannya agak menanjak.

Mungkin hal itu biasa, tapi yang membuat ku terkagum-kagum adalah, tidak ada orang lain yang mengiringinya. Di tengah hari bolong, matahari dengan tenang dan senangnya bersinar amat terik, dia tetap teguh kukuh mengayuh roda kursi rodanya.

Aku kagum sama semangatnya, kalau aku ? Wah, bisa protes sama Faris.. yang panas banget lah, yang haus lah, yang capek lah...

Hidup ini penuh dengan segala pernik nya, dan harus dilalui dengan penuh semangat. Orang itu mengingatkanku supaya tidak putus asa dan tetep semangat untuk apapun


Posted by azazi on May 21, '08 3:42 AM for everyone

Bukan karena ada yang ulang tahun atau mau ulang tahun sih. Cuma karena habis baca aja Novel Kompilasi nya Haruki Murakami yang judul nya Birthday.

Banyak macam cerita di sana. Ada yang merayakan ulang tahun dengan kesedihan, kegembiraan, kegetiran ataupun lalu begitu saja seperti tak bermakna.

Tapi sebenernya apa sih makna ulang tahun ? Sekedar merayakan bahwa kita lahir di hari tersebut ? Sekedar bersuka cita ?

Dulu, waktu kecil, yup.. ulang tahun itu cuma bermakna pesta, tiup lilin, potong kue dan kado yang banyak .

Namun saat ini, ulang tahun buat aku adalah saat untuk melihat kembali apa yang sudah aku perbuat untuk diriku, pasanganku, keluarga besarku dan lingkunganku. Banyak yang harus dikerjakan, diperbaiki dan ditingkatkan di sisa umurku, karena aku cuma manusia biasa.

Semoga Tuhan selalu memberikan ku kesempatan untuk memperbaiki diri di sisa umur yang kita sendiri gak tau sampai kapan.

 


Posted by azazi on May 21, '08 3:29 AM for everyone

Sebenernya, sudah lama banget pengen punya Taman Baca. Tapi baru bisa dijalankan rencananya minggu lalu.

Belum ada kok taman baca nya, cuma sedang dalam tahap ngumpulin buku-buku. Alhamdulillaah udah ada yang bersedia nyumbang buku .

Taman Baca ini rencananya akan dibuka di daerah Turi, Jogja. Tempat salah satu temanku berdomisili. Rencananya juga, istrinya temen yang bakal mengelola Taman Baca tersebut.

Do'akan mudah-mudahan pendirian Taman Baca ini lancar dan menjadikannya bermanfa'at dan berguna bagi semua yang ada di sana.

Oh ya nama taman bacanya : Kebun Buku Turi. Alasannya namanya Kebun, karena Turi terkenal sebagai daerah Kebun Salak


Posted by azazi on Apr 5, '08 2:10 AM for everyone

Kayaknya sebagai manusia, kita gak mungkin lepas ya dari saling bantu. Ada kalanya kita membantu, tak jarang kita yang dibantu.

Hal yang bikin agak jengkel, kalau ada yang bantu tapi pake acara nge-gerundel panjang pendek, merepet gak putus-putus. Pokoknya setengah hati.

Sebenarnya kalau menolak juga gak masalah, daripada nge-buat orang lain jadi gak penuh amalannya dan kitanya juga jadi capek


Posted by azazi on Mar 21, '08 5:02 PM for everyone

Pertanyaan seperti itu pernah terlontar dari mulut teman kantor lama di Jakarta. Sempat terhenyak juga sih denger kalimat itu dari dia. Dan dengan pede nya aku bilang kalau jelas dia masih dibutuhkan, soalnya sampai sa'at ini kan masih ada yang dia kerjakan dan belum ada surat pemberhentian kerja dari kantor.

Tapi temenku bilang lagi kalau kerjaan itu bisa diada-adain dan kalau surat pemberhentian itu bisa diulur-ulur dan bukan gak mungkin kondisi serba salah ini akan dibiarkan berlarut sampai pegawai 'tidak mampu' bertahan dan mengajukan pengunduran diri yang berarti pesangon yang dibayarkan tidak sebesar pesangon yang dibayarkan bila pegawai diberhentikan.

Dug ! Aku terdiam dan nyaris kehabisan kata. Apa yang diutarakan bukan hal yang gak mungkin. Ketika itu kondisi di kantor sedang tidak kondusif. Dan bukan tidak mungkin ada beberapa dari teman merasa terusik kedudukannya.

Akhirnya masih dengan penuh keyakinan aku bilang aja ke dia, kalau pun memang gak dibutuhin pasti kerjaan gak akan mampir ke dia.

Terakhir ketemu, dia dan beberapa teman masih bertahan dengan kondisi yang tidak terlalu kondusif. Salut juga bisa bertahan dengan kondisi yang seperti itu, apapun alasan mereka untuk bertahan.


Posted by azazi on Mar 18, '08 1:15 PM for everyone

Gak kerasa, kontrak kerja di sini sudah mau selesai. Faris sudah menunjukkan tanda-tanda tidak akan memperpanjang. Tapi entah juga, kalau tiba-tiba ada perubahan.

Aku, sebagai pengikut, ya ikut aja. Kalau Faris tidak hendak memperpanjang, ya ikut kukutan, pulang kampung ke Indonesia lagi.

Nah.. di Indonesia mau ngapain ? Sempat terbersit keinginan untuk tidak bekerja lagi, capek dan agak bosan kerja di bidang yang sama. Tapi sempet ragu juga, bisa gak bertahan, karena sudah terbiasa kerja. Sempat juga muncul keinginan bersekolah lagi, cuma masih bingung mau sekolah apa. Mau usaha sendiri, biar gak diatur orang, juga bingung mau usaha apa yang tidak membutuhkan modal terlalu besar tapi cukup menjanjikan.

Sampai saat ini belum lagi terputuskan hendak apa. Usaha yang  baru dilakukan adalah, berdo'a sama Tuhan, supaya diberikan yang terbaik. Kalau yang terbaik menurut Tuhan kita pulang, ya pulang dooong. Rezeki Tuhan itu luassssssssss dan ada di mana saja. Gak perlu takut sebenarnya.

 


Posted by azazi on Mar 7, '08 12:07 PM for everyone

Semua orang pasti punya perasaan ingin dibutuhkan dan berarti untuk orang lain. Kalaupun ada yang punya perasaan sebaliknya mungkin jarang banget ya.

Sayangnya kadang kita suka lupa, kalau orang membutuhkan perasaan seperti itu. Keingetannya, waktu kita mengalami hal seolah-olah tidak dibutuhkan dan dilupakan. Kalau sudah gitu jadinya sebel sendiri.

Ada kalanya orang menawarkan bantuan, namun kita merasa terganggu. Cobalah untuk mengiyakan tawaran tersebut, sambil menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan. Agak makan waktu memang, tapi paling tidak kita sudah membuat orang lain berarti.

Atau misalnya ketika si kecil berminat menolong di dapur atau membersihkan rumah, berikan saja pekerjaan yang mudah dan tidak membahayakan dia. Semisal mencampurkan adonan kue (he.. he.. ini yang selalu aku lakukan waktu ibuku bikin kue). Emang agak berantakan, tapi si kecil puas dan merasa dibutuhkan.

Udah dasarnya kan manusia itu saling membutuhkan...

 


Posted by azazi on Feb 13, '08 12:56 PM for everyone

Seberapa seringkah kita berterimakasih ? Entah itu kepada orang lain yang membantu maupun Tuhan ?

Seberapa pentingkah berterimakasih itu buat kita ?

Mungkin kita acap abai mengucapkan terimakasih kepada orang yang telah membantu kita menyelesaikan pekerjaan atau masalah kita. Bahkan kepada anak, ataupun pasangan, kita terkadang lupa mengucapkan terimakasih.

Tapi pantaskah kita lantas juga abai berterimakasih kepada Tuhan ? Banyak yang Tuhan beri untuk kita, tak terhitung. Namun sudahkah kita berterimakasih dengan sangat kepada Nya ?

 


Posted by azazi on Feb 13, '08 12:48 PM for everyone

Sorry, kalau judulnya kepanjangan.

Prihatin aja baca berita soal kericuhan ketika launching album, yang mengakibatkan 11 nyawa melayang. Banyak berita mengenai mengapa 11 nyawa hilang begitu saja. Mulai dari ketidaksiapan panitia, kapasitas gedung yang tidak memadai, orang mabuk sampai aparat yang dianggap tidak tanggap.

Sudah ada tersangka dari pihak panitia. Entah dari kepolosian, dari pihak Band dan manajemen band.

Tidak hendak menghujat, tidak hendak menyalahkan. Cuma ingin tahu, emangnya kalau konser harus ada minuman keras gitu ? Emang kalau konser baik pemain atau penonton kudu sama-sama mabok (karena miras atau yang lainnya) ? Padahal orang mabuk (karena miras atau yang lainnya) kan sulit mengontrol dan dikontrol. Lalu kenapa ada pihak yang membagikan miras gratis ? Kalau bagi air mineral sih gak papa.. kan gak mabuk...

Padahal kita udah diingatkan untuk menjauhi miras (khammar) ya sama Tuhan.. Cuma kitanya suka bandel. Akibatnya... ya menyusahkan orang lain dan diri sendiri


Posted by azazi on Feb 6, '08 12:32 PM for everyone

Sebelum menyatakan ini itu, cobalah telaah kembali permasalahan yang ada, telusuri kembali jejak yang pernah dibuat.

Sebelum menyalahkan sesuatu, cobalah pelajari kembali apa yang terjadi, tengoklah kepada diri dahulu apakah diri ini sepenuhnya benar.

Sebelum menyatakan ketidaksetujuan, cobalah untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan.


Posted by azazi on Feb 6, '08 11:40 AM for everyone

Bila belum mendapatkan apa yang diinginkan saat ini,

Janganlah bersedih dan berduka

Ingatlah berapa banyak orang yang tidak mendapatkan apa yang seharusnya didapatkan

Namun jangan pula tenggelam

Karena Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, apabila ia tidak berusaha semaksimal mungkin


Posted by azazi on Feb 2, '08 12:58 PM for everyone

Merasa gak pas aja, kalau gak nulis soal ini. Bukannya apa-apa, orang terkenal dari negara tetangga saja, aku tulis, mosok bangsa sendiri tidak..

Yap, pada hari yang sama, Ahad, tanggal yang sama 27 Januari 2008; jam yang agak berbeda sedikit, mungkin sekitar 9 jam; dua tokoh yang berpengaruh yang pernah dimiliki bangsa ini, memenuhi undangan Sang Khalik, untuk melepaskan penatnya duniawi dan menikmati keabadian.

Yang pertama, mantan presiden yang kisah hidupnya penuh haru biru dan kontroversi. Beliau wafat dengan meninggalkan kontroversi dan pertanyaan tak terjawab. Banyak orang memujanya, namun tak sedikit menghujatnya. Banyak orang yang mema'afkannya, namun banyak pula yang menyimpan rasa sakit hati yang mendalam. Apapun itu, beliau adalah manusia, yang tak lepas dari salah. Mungkin kita juga turut andil, hingga membuat beliau membuat kesalahan.

Seorang teman berkata, sebuah kekuasaan itu bagai dua sisi mata uang, ada sisi baik dan ada sisi buruk. Demikian pula semasa beliau berkuasa. Tidak sedikit kebaikan yang diberikan kepada bangsanya. Mungkin seimbang antara yang baik dan buruk.

Yang kedua, mungkin sebagian besar generasi sekarang tidak mengenalnya, jujur, aku pun tidak tahu. Aku tahu pertama kali tentang beliau ketika ada berita sakitnya beliau di sebuah milis yang aku ikuti.

Yah, yang memenuhi undangan tanpa hingar bingar, adalah penyebar berita Proklamasi Indonesia ke seantero negeri, eyang Jusuf Ronodipuro (izinkan aku memanggilnya eyang).  Eyang Jusuf Ronodipuro, merupakan salah satu pendiri RRI. Beliau pula yang memekikkan semboyan Sekali di udara tetap di udara yang melegenda itu.

Kedua pinisepuh itu (pak Harto 87, Eyang Jusuf 88), mempunyai andil besar bagi bangsa ini.

Semoga apa yang diperbuat mereka untuk bangsa ini, mendapatkan balasan dari Pencipta mereka.

Dari Nya kembali pada Nya

 


Posted by azazi on Feb 1, '08 1:13 PM for everyone

Barusan baca portal detik.com (andalan nyari berita tentang tanah air ). Salah satu beritanya, "Ratusan penumpang Garuda 'Mengamuk' di Soekarno-Hatta (mustinya judulnya ditambah kata Bandara tuh.. Soekarno-Hatta kan bisa merujuk ke Monumen atawa nama jalan).

Apa pasal mereka mengamuk ? Karena tidak ada kejelasan pemberangkatan pesawat dan tidak adanya pemberitahuan yang memadai mengenai penundaan keberangkatan.

Semestinya pihak Garuda atau bandara memberikan pengumuman sejelas-jelasnya bahwa karena cuaca buruk beberapa penerbangan mengalami penundaan atau malah tidak berangkat sama sekali. Sediakan juga orang yang bisa ditanya dan dapat menjawab dengan baik, jelas dan komunikatif.

Dari pihak penumpang, bila bertanya, cobalah dengan santun dan sebaiknya juga mencoba mengerti bila penundaan itu berkaitan dengan buruknya cuaca atau kerusakan pesawat. Mosok iya mau terbang juga dengan kondisi buruk ? Itu mah mengantar nyawa namanya.

Dari kondisi tersebut, jelas banget kan komunikasi itu penting. Paling nggak, hemat energi untuk tidak mengamuk


Posted by azazi on Feb 1, '08 11:59 AM for everyone

Baca berita di portal detik.com tentang hujan yang mengguyur; kemudian terciptalah banjir.

Kenapa sih, di Jakarta khususnya, kalau hujan entah deras ataupun durasi panjang, pasti tercipta banjir. Ibu kota negara kok tiap tahun langganan banjir.

Apa yang gak beres sih ? Pengelolaan kota ? Siapa yang sebenarnya bertanggungjawab atas tata kota Jakarta ? Gubernur DKI dan aparatnya atau Kepala Negara ?

 


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help