(Ternyata gak cuma monopoli Indonesia ya
)
Telah ditetapkan bahwa lebaran kali ini, kantor akan diadakan open house di bachelor house dengan menyajikan makanan khas Indonesia.
Jadilah para istri rekan-rekan membagi tugas. Ada yang masak rendang, sayur labu siam, sambel goreng hati, opor ayam, semur daging, tekwan, siomay dan tidak ketinggalan maskot nya lebaran.. ketupat yang tidak dibungkus daun kelapa muda, tapi plastik. Gak papa lah, yang penting serasa makan ketupat
.
Tim rendang sudah mulai memasak rendang 2 atau 3 hari sebelum hari H. Tim Opor ayam, memasak sehari sebelumnya. Tim sayur labu siam, pagi-pagi di hari H, tim sambel goreng hati malam takbiran.
Nah yang kebagian membuat siomay dan tekwan, sempat kebingungan karena kehabisan salah satu bahan yaitu tepung tapioka. Teman yang kebagian membuat siomay bahkan sudah sempat berkeliling mencari tepung tapioka. Tapi hasilnya nol besar. Tepung tapioka lenyap dari peredaran. Padahal sang teman berniat membuat cireng, kalau ada sisa tepung tapioka
. Untungnya aku dan seorang teman yang lain mempunyai simpanan tepung tapioka, jadi bisalah kami makan siomay ketika lebaran walau tidak jadi makan cireng. Tapi kami sudah dijanjikan untuk dibikinkan cireng ketika tepung tapioka sudah muncul lagi di pasaran
.
Sempet gumun juga sih, kok bisa ya tepung tapioka hilang dari pasaran ? Apa semua orang membuat cireng ?
Psst.. pada tau cireng gak sih ? Itu loh aci goreng. Penganan yang dibuat dari tepung aci (katanya pake tepung tapioka juga bisa), irisan daun bawang, garam, (mungkin) merica, terus digoreng deh