azazi's posts with tag: liburan
Posted by azazi on Jun 23, '08 3:18 PM for everyone Sebenarnya kejadian ini sudah lumayan lama, sekitar bulan April lalu waktu kita menghabiskan liburan bersama para cindil. Sudah menjadi kebiasaan, kalau memesan tiket pesawat pasti yang bolak-balik, biar gak repot. Kemarin juga gitu, empat tiket dengan harga dewasa (karena anak di atas 3 tahun sudah dihitung ongkos dewasa kan) sudah ditangan. Ketika berangkat dari Jakarta ke Jogja, lancar sulancar, gak ada hambatan apapun. Pesawat juga gak telat. On time. Nah, ketika pulang dari Jogja ke Jakarta banyak peristiwa terjadi. Kebetulan kali ini kita tidak menggunakan maskapai kebanggaan Indonesia, karena harganya lumayan tinggi. Ketika check in, kebetulan aku dan ke dua cindil yang maju. Aku serahkan tiket ke bagian tiketingnya. Mbak-mbak yang jaga di situ berbisik-bisik sambil ngeliat ke arah Aung. Aku sih gak punya prasangka apa-apa. Biasa kan mbak atau mas yang urus check in penumpang suka liat-liat penumpangnya. Waktu data mau diinput ke komputer, bertanyalah mbak-mbak itu, "Anaknya yang kecil umur berapa ya ?" Tanpa syak wasangka aku jawab "6 tahun" "O.. kita kira anaknya masih kecil. Maksudnya tadi, apakah ibu mau memangku anak ibu, kemudian harga tiket akan kami kembalikan" What's ? Anak segede Aung dipangku ? Anak dengan tinggi lebih dari 100 cm dan berat lebih dari 20 kg ? Gak bener nih... "Wah.. enggak ah mbak. Anaknya udah gede gitu. Mana kuat saya harus mangku dia di sepanjang perjalanan" jawabku agak ketus "Ya udah bu kalau gak gak apa, kita juga gak maksa" Halah.. jawabannya kok ya nyebelin gitu sih. Apa acap ya mereka melakukan hal seperti itu ? Menukar seenaknya seat dengan uang ? Bukan soal uang, tapi soal kenyamanan. Akhirnya kita dapat juga boarding pass untuk empat orang. Masuklah ke ruang tunggu. Di boarding pass tertera jam keberangkatan yy.yy dan jam untuk naik pesawat xx.xx. Mendekati jam xx.xx belum ada panggilan. Sementara maskapai lain yang kebanggaan Indonesia, yang notabene berangkat setelah pesawat kita, penumpangnya sudah dipanggil untuk naik pesawat. Mendekati jam yy.yy, para cindil sudah ribut, kok belum berangkat, akhirnya setelah lewat beberapa jenak, barulah kita bisa berangkat. Rupanya.. beda harga yang sampai 50% nya itu, sama dengan dapet snack, dapat souvenir untuk anak, tidak ada tawar menawar kursi dan.. tidak ada kata terlambat.
Posted by azazi on Jun 5, '08 4:10 AM for everyone |  | Jalan-jalan hari ke dua... |
Posted by azazi on May 31, '08 7:16 AM for everyone Akhirnya janji mengajak liburan ke dua cindil, terlaksana pas kita pulang ke Indonesia. Tujuan liburan adalah kampung halaman Yangti nya, Jogjakarta. Waktu liburan sengaja dipilih bukan akhir pekan, selain sudah berjanji dengan keponakan lain, kita gak mau aja penuh-penuhan di Jogja, secara, katanya loh.. Jogja acap penuh di akhir pekan. Tempat tinggal selama liburan, di hotel yang deket dengan tempat kakek mereka di jalan Parangtritis sana. Mereka sendiri yang milih hotel. Setelah kita tunjukkan foto hotel tersebut di internet. Moda transportasi yang dipilih pesawat. Pilihan tersebut jatuh dengan pertimbangan dapat menghemat waktu, dan ngasih tau mereka bagaimana cara dan rasanya naik pesawat. Selama di Jogja disepakati untuk naik mobil karena tujuan liburan yang bukan di seputar kota Jogja. Hari yang ditentukan, tiba, dengan diantar kakak nya Faris, bapak ibunya kedua cindil, kita berangkat ke Bandara. Pas check in, mereka kita minta antri juga, jadi mereka tahu bahwa untuk bisa masuk dan naik ke pesawat kita harus antri. Beres check in, kita menunggu di ruang tunggu dan akhirnya swing berangkat ke Jogja, dengan posisi Robba sama aku, dan Aung sama Faris. Awalnya Aung senang, tapi lama-lama dia mulai merasa gak enak, akhirnya tidur. Sementara Robba, mulai ribut laper. Padahal kita gak bawa makanan. Ini salah kita juga sih. Maklum selama ini naik maskapai yang selalu menyediakan makanan. Ketika pramugari datang membagikan minum, Robba agak ngomel, karena laper kok dikasih minum. Untunglah perjalanan Jakarta Jogja cuma sebentar. Belajar dari pengalaman ini, aku sama Faris sepakat untuk beli makanan kecil ketika pulang, daripada ada yang teriak laper 
Posted by azazi on May 31, '08 6:53 AM for everyone Gak tau dapet ide dari mana, atau lihat di mana, tiba-tiba saja bath tub sudah terisi air dihiasi dengan bunga kamboja putih yang kebetulan berjatuhan di halaman depan kamar. Pelakunya : Robba dan Raul, dua cindil yang gak pernah bisa diem. Diem cuma kalau pas tidur 
Posted by azazi on May 9, '08 3:59 AM for everyone Tunggu punya tunggu.. akhirnya kita liat ada perahu datang. Cuma gak yakin juga, karena cara bawanya agak ugal-ugalan. Perahunya melompat-lompat di atas air (inget waktu nyebrang dari Jefman ke Sorong). Tapi waktu perahu itu berhenti sekitar 50 meteran dari garis pantai, kita agak yakin kalau dia jemput kita. Faris jalan duluan, dan menanyakan tukang perahu apa dia jemput kita, si tukang perahu menganggukkan kepala. Ya sudah kita jalan menuju ke 'tengah' laut dengan modal celana digulung, sambil bertanya kenapa musti jauh banget sih parkir perahunya. Ternyata, o ternyata, sengaja diparkir agak jauh, wong dangkal, airnya cuma sebetis. Motornya pasti nyangkut kalau maksa sampai ke tepi pantai. Tukang perahu kali ini namanya Ali, dan cara dia bawa perahu, lebih brutal dari Bader . Kalau Bader tenang, kalau Ali, ngebut. Kebayang kan tanpa peralatan kemanan memadai, naik perahu yang melompat-lompat. Akhirnya setelah melalui lompatan-lompatan dan ombak yang mengalun, kita sampai ke pantai, dan seperti halnya ketika dijemput dari pulau, kita juga harus turun sebelum bibir pantai. Berkecipak-kecipak deh akhirnya...
Posted by azazi on Apr 10, '08 5:20 AM for everyone Akhir pekan lalu, seperti yang sudah direncanakan, kita berkunjung ke Pantai Al Sawadi yang letaknya kurang lebih 90 kilometer (berdasarkan kilo meter mobil sih) dari Muscat ke arah barat. Kebetulan pula kita bener-bener gak ada yang musti dikerjain di akhir pekan. 08:30 kita meluncur. Perjalanan memakan waktu 1 sampai 1.5 jam, lewat jalan bebas hambatan (dan bebas biaya), lewati sawah, kebun kurma, lapangan pasir, unta dan penggembala kambing berserta kambingnya. 09:30 sampai di tujuan, parkir di tempat parkir yang disediakan, jalan ke arah pantai. Baru menginjakkan kaki di pasir, tiba-tiba ada yang nawarin berperahu keliling teluk. Awalnya sih nolak, tapi begitu yang tua (beneran tua loh) turun tangan akhirnya kita oke untuk berperahu. Yang seru bapak tua ini bahasa Inggrisnya mah terbatas banget, dan ngoceh aja dalam bahasa Arab, sementara kita, gak bahasa Arab. Tapi begitu kita tanya "How Much" langsung dia menyebutkan sejumlah harga. Ternyata How Much itu bahasa universal  Kita langsung dipandu menuju perahu nelayan biasa yang ditambahi motor penggerak. Jangan tanya faktor keamanan ya. Walau perahu ini berlayar menuju laut lepas, gak ada tuh yang namanya Life Vest. Jadi begitu perahu berangkat, kita cuma pegangan ke pinggir perahu. Pengemudi perahu motor tempel ini anak muda yang nawari kita pertama kali. Namanya Bader Abdullah, mudah-mudahan bener. Anak muda ini lumayan banyak kosa kata bahasa Inggrisnya, dan pinter juga. Kita dibawa mengelilingi kepulauan Sawadi (gak tau namanya yang bener sih). Selesai berkeliling, kok aku kepengen mampir ke pulau yang paling besar. Bader sih gak keberatan asal tambah biaya. Akhirnya kita ditinggal di pulau tersebut, dengan perjanjian akan dijemput satu jam kemudian. Pulau tersebut lumayan luas. Di puncak pulang tersebut ada sebuah bangunan seperti benteng. Jalan menuju ke puncak, lumayan capek. Untung di sediakan beberapa gazebo untuk istirahat dan ada pepohonan yang cukup teduh. Setelah istirahat 3 kali , akhirnya sampai juga ke benteng tersebut. Besar banget sih enggak. Sedengan lah. Ada halaman, ada tangga menuju ke puncak menara yang sayang gelap jadi gak berani masuk, ada juga helipad. Puas kelilingin Benteng, kita turun, kali ini gak perlu istirahat.. turun soalnya. Sampai di bawah, kita istirahat di semacam bangunan terbuka, sambil nunggu Bader. Sempat cemas karena yang ditunggu lama banget. Sempet terbersit keraguan, jangan Bader salah interpretasi. Bukan satu jam lagi tapi jam satu. Kalau iya jam satu, artinya masih 2 jam lagi nunggu. Waduh..
Posted by azazi on Dec 21, '07 2:38 AM for everyone Jauh hari sebelum pengumuman libur keluar, beberapa rekan sudah sibuk berencana untuk memanfa'atkan libur. Ada yang mau jalan ke negara tetangga lah, ada yang mau jalan-jalan sekitar kota, ada juga yang mau istirahat aja ah... Bahkan rekan satu tim, sudah berbagi hari libur sama aku . Pas ditanya libur mau ke mana, aku cuma nyengir. Karena, beneran deh, aku gak punya rencana apapun untuk pergi. Alasan utamanya sih karena kondisi badan yang gak gitu oke. Faris juga lagi gak enak badan. Alasan sampingannya, gak ada ide mau kemana, dan lagi ada pemboran  Emang sih banyak banget tempat yang belum aku datangi dan kunjungi, cuma ya itu tadi kondisi badan gak gitu oke. Jadi mendingan nikmati libur di rumah, cek email, terima laporan, tidur sampe malem banget, bangunnya siang banget  Gak produktip ? Gak apa lah, yang penting selesai liburan, badan sudah segar dan siap beraktiftas
Posted by azazi on Dec 21, '07 2:30 AM for everyone Akhirnya, keluar juga email mengenai libur bersama menjelang Idul Adha. Gak lama sih, cuma dari tanggal 19 (pas Idul Adha) sampai tanggal 22 Desember. Tanggal 23 nya masuk lagi. Sudah berusaha untuk mengompori bos, supaya libur nya diperpanjang, paling gak sampai tanggal 25, tapi gak berhasil. Ya sudahlah, nikmati aja liburan yang sebentar ini dengan... tidur dan bermalas-malas.. 
| |