Apakah yang ditakutkan seorang istri dari sang suami ? Salah satunya berpaling kepada wanita lain
.
Beberapa waktu lalu aku sempat mengobrol dengan seorang istri dan ibu dari 2 anak. Ibu ini baru beberapa bulan lah tinggal di Oman. Aku kenal dan tahu ibu ini karena ada acara kumpulan di rumah rekan. Kalau nggak ya belum tentu. Walau ngobrol, aku gak tau nama si Ibu, kacau emang, aku cuma tau nama suaminya
.
Obrolan yang kita obrolkan adalah seputaran kebiasaan orang Oman. Agak salah sebenarnya si Ibu ini nanya ke aku, secara aku juga belum ada setahun tinggal di Oman. Tapi tetap aku layanilah sebatas pengetahuanku.
Kebiasaan yang dipertanyakan itu adalah apakah orang Oman selalu beristri lebih dari satu. Aku sih gak tau pasti apakah banyak orang Oman yang beristri lebih dari satu. Mahar yang harus dipenuhi oleh seorang pria, tidaklah murah. Paling rendah sekitar 125juta rupiah. Itu baru mahar, belum biaya pesta dan lainnya. Aku cuma bilang sama ibu itu, mungkin ada yang berpoligami, tapi gak tau juga sebagian besar atau tidak. Ada seorang teman yang punya 2 ibu, tapi kondisinya bagaimana, aku gak tau, karena gak berani mengorek lebih lanjut. Tapi, ada juga teman yang dari cerita dan obrolannya, secara tersirat tidak mau dijadikan istri ke dua atau dijadikan istri pertama dari istri-istri yang lain.
Ketika saya katakan hal ini kepada si Ibu, pertanyaan selanjutnya adalah, katanya (agak repot kalau udah katanya), mereka suka punya semacam selir kalau di Jawa atau kalaupun tidak, mereka suka selingkuh ya. Gubraks ! Untuk pertanyaan satu ini aku cuma meringis, sambil bilang
“Wah kalau selingkuh atau punya simpanan mah gak mutlak orang sini, mbak. Siapa aja bisa”
Si Ibu juga tersenyum dan membenarkan apa yang aku bilang. Secara punya selingkuhan atau punya harem kan bukan mutlak orang-orang Jazirah, lah, di Endonesah, di beberapa tempat yang masih menganut sistem kerajaan, zaman dulu banget kan raja-raja nya punya selir… bukan gak mungkin tradisi itu masih ada, mungkin bukan selir, tapi jadinya poligami, alias beristri lebih dari satu, baik yang ketahuan atau enggak. Atau mereka punya teman yang muesra buanget.